routine kills.

hai!
sudah lama sekali rasanya aku meninggalkan ruangan ini.
iya, bahkan untuk beberapa bulan terakhir tidak ada satu katapun yang aku temukan disini.
sama sekali.
entah apa yang membuatku sibuk.
kerjaan?
mungkin lebih tepatnya dibuat sibuk oleh rutinitasku.

iya, sudah terekam dengan sangat jelas oleh otakku,
bahwa pukul 05.00 pagi adalah waktuku untuk bangun tidur;
10 menit, waktuku untuk mengambil wudlu dan solat subuh;
15 menit, waktuku untuk menanak nasi dan menggoreng makanan sekedarnya;
15 menit, waktuku untuk mandi.
dan ya, pukul 06.00 tepat aku harus sudah bersiap di depan cermin.
15 menit, waktuku untuk memoleskan beberapa krim wajah dan berkreasi di sekitaran wajahku;
10 menit, waktuku untuk mengeringkan rambut;
5 menit, waktuku untuk memasangkan kaos kaki dan menjemur handukku.
ya, pukul 06.30 adalah waktuku untuk menunggu jemputan pribadiku.

pukul 07.00 tepat aku tiba di kantor.
disambut oleh senyum bapak-bapak security,
sapaan beberapa rekan kerja,
juga seringai layar monitor dari meja kerjaku,
tak ketinggalan gerakan liar dari si kuya yang rupanya menungguku untuk memberinya makan.
pukul 07.45, waktuku untuk senam ringan,
ya kebetulan di tempatku bekerja 15 menit ini menjadi wajib untuk seluruh karyawan;
pukul 08.00, waktuku untuk duduk manis dan mulai penjelajahan.
id dan password pribadi,
adalah hal terpenting untuk memulainya.
arahan pointer ke beberapa folder untuk memilah dan memilih file yang akan aku buka,
schedule supplier, kontrol supplier, report purchase order dan teman-temannya.
semua file tsb. pun terbuka,
kini pointer mulai menjelajah ke sebuah sistem Disr, yaitu sistem yang merangkum semua aktifitas beberapa Departemen yang ada di PT. Dharma Poliplast yang saling terintegrasi, diantaranya Marketing, Procurement (Purchasing), PPIC dan Finance. ya, id dan password menjadi penting lagi.
pointer diarahkan ke toolbar file master,  dan supplier approved list terbuka,
keyword pun dimasukkan ke searchbar,
giliran tanganku yang menjelajahi tombol telepon, dan lagi-lagi password pribadi menjadi penting.
kehebohan pun dimulai dengan nada suaraku yang mulai merendah dan meninggi,
yah biasalah, barang kadang tertahan karena masalah pembayaran,
disinilah mulutku mulai bernegosiasi.
undangan meeting dengan rekan, dan supplier sudah terschedulekan,
iya, giliran pantat dan kakiku yang bergerak,
berpindah dari meja kerjaku ke ruang meeting,
dan bla.. bla.. blaa..
hingga waktu menunjuk ke angka 12.00 dan ya, sinyal dari perut sudah sampai ke otakku bahwa dia harus diisi.
 1 jam waktuku untuk beristirahat tapi tidak dengan mulutku, dia harus tetap mengunyah, sembari berhaha-hihi, bercengkrama dengan beberapa rekan kerja.
waktu istirahat habis, dan kulangkahkan kembali kaki ke meja kerjaku.
mulai lagi, seperti tadi sebelumnya,
bernegosiasi, mengarahkan pointer ke beberapa file, yah seperti itu,
bel berbunyi lagi,
pukul 05.00 tepat rupanya,
ya, waktuku untuk menunggu jemputan pribadi menuju kosan.
kusisihkan beberapa menit untuk mampir ke kedai makanan,
dipilihkan menu makanan demi menunjang malam.
tibalah waktu pulang,
sesampainya di gerbang, kukeluarkan kunci dan mulai menggiring badan ke kamar kesayangan.
alhamdulilaah, hariku selesai.
tidak, masih ada ritual yang terlewatkan,
yaitu membersihkan sisa-sisa debu yang menempel di wajah dan badan,
selesai?
ya, kini tersisalah posisi badanku yang sedikit miring dengan guling kesayangan di pelukkan.

bosan bukan mendengar ceritaku di atas?
yah, begitulah rutinitas yang ingin kugambarkan.
cukup membosankan,

hingga aku butuh kamu untuk membuatnya tidak serupa itu.

ya, aku ingin selalu selipkan kamu dalam hariku,
dengan beberapa rencana yang akan kita wujudkan,
untuk dijalani siang dan malam.
semoga semuanya dilancarkan.

bolehkah kuminta "amin.." untuk ini?



No comments:

A Fragile Heart..